Hari ini hujan turun lagi, suasananya begitu dingin seakan menembus seluruh organ tubuh dan merasuki ruas-ruas tulang yang ada, Rian hanya bisa terbaring lemah sambil membungkus dirinya di dalam sehelai kain tebal berbulu yang menghangatkan tubuhnya, wajahnya tampak merah yang menggambarkan keadaanya yang buruk pada saat itu.
Rian adalah seorang siswa sekolah menengah atas yang memiliki prestasi yang luar biasa, dia juga sangat tenar di sekolah, wajah yang sederhana, hidung mancung, periang, rama, rambut ikal, dan sikapnya yang baik membuat dia mudah dikenali oleh orang-orang.
Hari itu Rian hanya bisa memaksakan diri untuk pergi ke sekolah, meski keadaannya sedang dalam keadaan yang tidak baik, hari itu di ada MID tes jadi mau tidak mau dia harus pergi, Saat bel sekolah berbunyi yang menandakan jam pelajaran pertama telah dimulai, Rian berjalan dengan wajah yang di tekuk kebawah seolah tak ada kebahagiaan diwajahnya, hari ini dia tidak seperti biasa yang selalu riang dan selalu tersenyum manis. Setelah beberapa langkah, Rian terjatuh dan tak sadarkan diri, semua orang disekitar Rian heran dan segera menolongnya. Rian di bawa keruang UKS sekolah. Hari itu Rian tidak mengikuti MID tes dan hanya bisa terbaring di UKS. Setelah bel pulang berbunyi Rian masih tetap terbaring, meski sudah sadarkan diri, “aku ingin pulang” ucapnya kepada penjaga UKS yang sedang berada di sana, “hmm…. Apa keadaanmu sudah baikan?’ jawab Santy penjaga UKS. “udah gak papa kok” kata Rian. Sesaat setelah Rian mengucapkan itu, dia langsung melangkahkan kaki keluar pintu, dan tak di duga Rian terjatuh lagi, akhirnya dia di bawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.
Setelah beberapa jam Rian terbaring di rumah sakit, matanyapun kembali terbuka, Rian terheran saat melihat disekitarnya berdiri kedua orangtuanya dan Santy si penjaga UKS. “mama, papa, kenapa kalian bisa ada disini?’ tanya Rian kepada mereka. “kami di telepon pihak sekolah, katanya kamu masuk rumah sakit” jawab mamanya. Rian memiliki keluarga yang bisa dibilang kurang baik, mama dan papa Rian sering kali bertengkar dan bahkan terkadang sampai pisah rumah. “kamu sih, kalau punya anak tuh, dirawat dengan benar, nah sekarang bagaimana? Rian jadi sakit kan, dasar…” ucap papa rian sambil membentak kearah mama Rian. “ enak sajah, emangnya siapa yang hanya sibuk bekerja, sehingga gak punya waktu untuk anaknya?” jawab mama Rian dengan raut wajah yang kesal. Suasana saat itu berubah menjadi tidak menyenangkan. “STOP….” Teriak Rian “apa papa dan mama tidak malu bertengkar di rumah sakit?”.
Setelah beberapa saat, kedua orangtua Rian di panggil menghadap kepada dokter yang menangani Rian. “anak saya sakit apa dok?” Tanya salah seorang dari mereka. “sebenarnya saya tak sanggup mengatakan ini, tapi saya harus member tau kalian, kalau hidup Rian sudah tidak lama lagi, terdapat kelainan pada organ tubuhnya, yang tidak dapat disembuhkan, organ tubuhnya sudah hampir tidak bisa berfungsi, terutama jantung, organ tubuh yang sangat penting, kami juga tidak tau apa penyebabnya, tapi itulah yang terjadi” jawab dokter tersebut. Mendengar kabar itu orangtua Rian hanya bisa menundukan kepala dan tak berucap apa-apa.
Sementara itu Rian sedang bercakap dengan Santy penjaga UKS yang ada di dekatnya. “ oh… yah aku minta maaf yha soal orang tua aku tadi?” ucap Rian. “iya tidak papa kok, udah biasa” jawabnya sambil tersenyum manis. “aku juga berterima kasih, kalau tidak ada kamu aku tidak tau nasib aku sekarang gimana” ucap Rian lagi. “heheh, tidak usah sungkan, ini kan memang tugas aku” jawab Santy. “oh iya boleh saya bertanya? Tapi jangan tersinggung yah, kenapa sih k’Santy belum menikah? Padahalkan umur k’ Santy sudah, ya kakak tau lah maksd saya… dan k’ Santy juga cantik kok” tanya Rian sambil tersenyum. “hehe, pertanyaan yang aneh, mungkin belum ada jodoh, kan semuanya sudah diatur sama yang diatas” jawab Santy sambil tertawa.. “oh,,, gitu ya kak” ucap Rian.
Stelah beberapa hari, Rian akhirnya bisa keluar dari rumah sakit, dia sudah bisa berjalan dan dalam keadaan yang sehat, meski sebenarnya hidup Rian tidak lama lagi, tapi itu tetap dirahasiakan mama, papa Rian. Sehari setelah Rian keluar dari rumah sakit, Rian langsung ke sekolah, dan langsung melapor kepada guru mata pelajarannya untuk melakukan MID tes susulan. Setelah itu Rian berjalan menuju kalas sambil menebar senyum seperti biasanya.
Rian memiliki cinta dalam hati kepada seorang gadis yang cantik di sekolahnya, tiap hari Rian selalu memandangi gadis itu. Seorang gadis bernama Rini, yang memiliki rambut panjang, kulit putih, hidung yang mancung, dan lesung pipi yang manis. Rian tak pernah mengungkapkan perasaan itu karena tau bahwa salah seorang temannya yang bernama Didin juga memiliki perasaan yang sama kepada Rini. Rian tidak ingin membuat masalah dengan hal sepeleh, makanya hanya bisa memendam dalam hati.
Jika ingin curhat, Rian hanya bisa curhat pada sehelai kertas atau notebook yang dimilikinya, karena Rian sangat suka menulis, segala sesuatu yang terjadi pada dirinya pasti ditulis dan terkatang di posting kedalam blog yang dimilikinya. Rian hanya bisa menjalani hidupnya seperti ini dan terus seperti ini, hingga waktu terakhirnya tiba.
Jika malam hari tiba, dada Rian sering terasa sakit, sangat sakit, bahkan tak jarang air matanya menetes, meski dia seorang laki-laki, namun hal ini hanya Rian seorang diri yang tahu, ini hanya bisa menjadi rahasia Rian. Pada suatu pagi sesaat sebelum berangkat sekolah, Rian mendengar kedua orangtuanya bertengkar lagi di kamar. “kenapa sih mereka selalu bertengkar?” Tanya Rian dalam hati, dan tanpa sengaja sentai kalimat dari mulut mamanya terdengar oleh Rian “kenapa sih kamu hanya sibuk dengan pekerjaanmu? Apa kamu sadar, hidup anak kita sudah tidak lama lagi” mendengar kata-kata itu Rian kaget, dan bertanya-tanya dalam hati, “apakah sakit yang aku rasakan ini akan segera berakhir untuk selamanya” Rian akhirnya menyadari bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi.
Akan hal itu, Rian tidak tau apa yang harus dia lakukan, dia hanya terus memikirkan kata-kata yang dia dengar dari mamanya. “Aku harus melakukan sesuatu, sebelum aku pergi untuk selamanya” kata-kata yang terucap dalam jiwa Rian.
Sesampai di sekolah Rian langsung menulis dua buah surat Cinta, dia menulisnya dengan penuh rasa sayang, sehelai kertas itu dia coret dengan penah hitam yang mewakili perasaannya dan ternyata surat itu dibuat untuk Rini, akan tetapi barisan terakhir tidak tertulis nama Rian tapi tertulis nama Didin, dan selembar kertas yang satu lagi ditulis isi yang sama, tapi diperuntukan untuk Didin dari Rini. Kemudian kedua surat itu disimpan di masing-masing meja Rini dan Didin. Entah apa yang dipikirkan Rian saat itu, tapi itulah yang dilakukannya.
Sepulang sekolah Rian membongkar semua album foto masa lalu mama dan papanya, album foto yang menyimpan sejuta kenangan tentang kedua orangtua Rian. Album foto itu kemudian di taruhnya di kamar mama dan papa Rian, tepat dibawa bantal kedua orangtuanya, beserta selembar kertas entah apa isinya.
Setelah melakukan hal itu, Rian Menelpon Pamannya, seorang yang sangat baik kepada Rian, bisa dibilang mereka sangat akrab. “eh,, Rian… tmben kamu telepon? Ada masalah” tanya pamannya didalam telepon. “hehe, tidak ada masalah kok Paman, iseng saja, oh iya paman ada seorang gadis cantik yang ingin berkenalan dengan paman”. Kata Rian sambil tersenyum. “ah… kamu bisa saja, masa sih..?” Tanya paman Rian balik. “beneran, sebentar sore ketemu di taman ya?” jawab Rian. “hmm…. iya, iya, iya nanti paman datang”.
Setelah menelpon pamannya, Rian menemui Santy si penjaga UKS, yang kebetulan belum pulang kerumah, seperti biasa, Santy pulangnya sore, karena harus beres-beres UKS dulu.. “Rian..? kenapa kamu balik kesekolah? Ada yang ketinggalan ya?” tanya santy kepada Rian saat melihat Rian berdiri depan pintu UKS. “tidak ada kok kak, oh iya paman Rian ingin bertemu kakak, sebentar sore di taman, bagaimana kak, bisa kan?” tanya Rian sambil memasang raut wajah yang memohon. “ha…?? untuk apa?” Tanya Santy balik. “ayolah kak datang saja”. “ya, nanti kakak datang” jawab santy. Mendengar hal itu Rian tersenyum dan merasa sangat senang..
Entah apa maksud Rian sebenarnya melakukan semua ini, meski dadanya terasa sangat sakit dia selalu mencoba untuk tidak menunjukannya, dia tetap selalu tersenyum manis dan meyebar kebahagiaan.
Selang waktu berlalu, paman Rian dan santy bertemu di taman, mereka saling berkenalan dan sadar bahwa Rian lah yang membuat mereka bertemu, akan tetapi mereka tidak peduli, mereka sepertinya cocok dan serasi, setelah bertemu di taman mereka akhirnya akrab dan sering hangout bareng.
Dilain sisi Rini dan Didin menemukan surat cinta yang terdapat meja mereka, mereka tak sadar bahwa yang menulis surat itu adalah Rian. Mereka berdua bertemu dan seiring berjalannya waktu mereka jadian, mereka menjalani hubungan karena surat cinta yang di gores penuh perasaan dan penuh rasa cinta.
Mendengar hal itu Rian merasa sangat senang, dia berharap hal yang dilakukan untuk mama dan papanya berakhir sama. Dan harapan Rian tak sia-sia setelah menemukan album foto itu orangtua Rian akhirnya sadar bahwa mereka tak seharusnya selalu bertengkar, mereka kini mengenang masa lalu mereka yang penuh cinta. “kita harusnya berterima kasih kepada anak kita, karena berkat dia kita akhirnya sadar bahwa yang kita lakukan adalah salah” ucap papa Rian kepada mama Rian
Namun keadaan berkata lain, setelah membuka pintu kamar Rian, terlihar sosok Rian yang terbaring manis di tempat tidur, dengan wajah yang dihiasi senyum manis, akan tetapi jantungnya tak berdetak lagi, darahya sudah berhenti mengalir di tubuhnya, dan nafasnya sudah tak dapat berhembus lagi. Orangtua Rian hanya bisa menangis dan merelakan kepergian anaknya..
Setelah di makamkan, orangtua Rian baru membuka surat dari anaknya itu, “mama, papa.. maaf ya, maafkan Rian, jika selama ini Rian punya banyak salah, Rian mohon mama dan papa jangan bertengkar lagi, Rian sayang mama dan papa” hanya itu yang tertulis di surat terakhir Rian yang mewakili harapan Rian untuk kedua orangtuanya.
Saat-saat terakhir Rian di dunia menaruh kenangan manis kepada semua orang terdekatnya. Meski kini Rian telah tiada, namun senyumnya akan selalu ada di hati orang-orang yang menyayanginya, dan blog yang dimilikinya akan selalu menaru alur kehidupan Rian semasa hidupnya.
Selesai….