Jumat, 19 Februari 2016

KONSEP HUKUM 1 NEWTON

PERHATIAN... TIDAK DIPERKENANKAN MENDOWNLOAD FILE FLASH DIATAS DAN RE-UPLOAD FILE FLASH TERSEBUT hargai karya orang lain

Minggu, 23 Januari 2011

PERASAAN INI

Oleh : Ridwan Syawal

Gumpalan gelisah yang tersimpan di hati
Membuat dada ini terasa aneh
Entah apa yang melanda jiwaku ini
Mengenang bayangmu yang telah merasuki tubuhku

Aku berdiri di tengah tetesan air yang berjatuhan
Jiwa ini menari bersama hati yang sedang memainkan melodi cinta
Mengantarkan pesan rinduku padamu
Ingin rasanya aku terbang dan meraih hatimu disanah

Bertahan dengan rasa seperti ini
Sungguh sangat sulit dan menyiksa batin ini
Tangisan jiwa ini takkan pernah berhenti
Sampai jiwaku dan jiwamu menyatuh kembali

Sabtu, 18 Desember 2010

SAAT TERAKHIR

Hari ini hujan turun lagi, suasananya begitu dingin seakan menembus seluruh organ tubuh dan merasuki ruas-ruas tulang yang ada, Rian hanya bisa terbaring lemah sambil membungkus dirinya di dalam sehelai kain tebal berbulu yang menghangatkan tubuhnya, wajahnya tampak merah yang menggambarkan keadaanya yang buruk pada saat itu.
Rian adalah seorang siswa sekolah menengah atas yang memiliki prestasi yang luar biasa, dia juga sangat tenar di sekolah, wajah yang sederhana, hidung mancung, periang, rama, rambut ikal, dan sikapnya yang baik membuat dia mudah dikenali oleh orang-orang.
Hari itu Rian hanya bisa memaksakan diri untuk pergi ke sekolah, meski keadaannya sedang dalam keadaan yang tidak baik, hari itu di ada MID tes jadi mau tidak mau dia harus pergi, Saat bel sekolah berbunyi yang menandakan jam pelajaran pertama telah dimulai, Rian berjalan dengan wajah yang di tekuk kebawah seolah tak ada kebahagiaan diwajahnya, hari ini dia tidak seperti biasa yang selalu riang dan selalu tersenyum manis. Setelah beberapa langkah, Rian terjatuh dan tak sadarkan diri, semua orang disekitar Rian heran dan segera menolongnya. Rian di bawa keruang UKS sekolah. Hari itu Rian tidak mengikuti MID tes dan hanya bisa terbaring di UKS. Setelah bel pulang berbunyi Rian masih tetap terbaring, meski sudah sadarkan diri, “aku ingin pulang” ucapnya kepada penjaga UKS yang sedang berada di sana, “hmm…. Apa keadaanmu sudah baikan?’ jawab Santy penjaga UKS. “udah gak papa kok” kata Rian. Sesaat setelah Rian mengucapkan itu, dia langsung melangkahkan kaki keluar pintu, dan tak di duga Rian terjatuh lagi, akhirnya dia di bawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.
Setelah beberapa jam Rian terbaring di rumah sakit, matanyapun kembali terbuka, Rian terheran saat melihat disekitarnya berdiri kedua orangtuanya dan Santy si penjaga UKS. “mama, papa, kenapa kalian bisa ada disini?’ tanya Rian kepada mereka. “kami di telepon pihak sekolah, katanya kamu masuk rumah sakit” jawab mamanya. Rian memiliki keluarga yang bisa dibilang kurang baik, mama dan papa Rian sering kali bertengkar dan bahkan terkadang sampai pisah rumah. “kamu sih, kalau punya anak tuh, dirawat dengan benar, nah sekarang bagaimana? Rian jadi sakit kan, dasar…” ucap papa rian sambil membentak kearah mama Rian. “ enak sajah, emangnya siapa yang hanya sibuk bekerja, sehingga gak punya waktu untuk anaknya?” jawab mama Rian dengan raut wajah yang kesal. Suasana saat itu berubah menjadi tidak menyenangkan. “STOP….” Teriak Rian “apa papa dan mama tidak malu bertengkar di rumah sakit?”.
Setelah beberapa saat, kedua orangtua Rian di panggil menghadap kepada dokter yang menangani Rian. “anak saya sakit apa dok?” Tanya salah seorang dari mereka. “sebenarnya saya tak sanggup mengatakan ini, tapi saya harus member tau kalian, kalau hidup Rian sudah tidak lama lagi, terdapat kelainan pada organ tubuhnya, yang tidak dapat disembuhkan, organ tubuhnya sudah hampir tidak bisa berfungsi, terutama jantung, organ tubuh yang sangat penting, kami juga tidak tau apa penyebabnya, tapi itulah yang terjadi” jawab dokter tersebut. Mendengar kabar itu orangtua Rian hanya bisa menundukan kepala dan tak berucap apa-apa.
Sementara itu Rian sedang bercakap dengan Santy penjaga UKS yang ada di dekatnya. “ oh… yah aku minta maaf yha soal orang tua aku tadi?” ucap Rian. “iya tidak papa kok, udah biasa” jawabnya sambil tersenyum manis. “aku juga berterima kasih, kalau tidak ada kamu aku tidak tau nasib aku sekarang gimana” ucap Rian lagi. “heheh, tidak usah sungkan, ini kan memang tugas aku” jawab Santy. “oh iya boleh saya bertanya? Tapi jangan tersinggung yah, kenapa sih k’Santy belum menikah? Padahalkan umur k’ Santy sudah, ya kakak tau lah maksd saya… dan k’ Santy juga cantik kok” tanya Rian sambil tersenyum. “hehe, pertanyaan yang aneh, mungkin belum ada jodoh, kan semuanya sudah diatur sama yang diatas” jawab Santy sambil tertawa.. “oh,,, gitu ya kak” ucap Rian.
Stelah beberapa hari, Rian akhirnya bisa keluar dari rumah sakit, dia sudah bisa berjalan dan dalam keadaan yang sehat, meski sebenarnya hidup Rian tidak lama lagi, tapi itu tetap dirahasiakan mama, papa Rian. Sehari setelah Rian keluar dari rumah sakit, Rian langsung ke sekolah, dan langsung melapor kepada guru mata pelajarannya untuk melakukan MID tes susulan. Setelah itu Rian berjalan menuju kalas sambil menebar senyum seperti biasanya.
Rian memiliki cinta dalam hati kepada seorang gadis yang cantik di sekolahnya, tiap hari Rian selalu memandangi gadis itu. Seorang gadis bernama Rini, yang memiliki rambut panjang, kulit putih, hidung yang mancung, dan lesung pipi yang manis. Rian tak pernah mengungkapkan perasaan itu karena tau bahwa salah seorang temannya yang bernama Didin juga memiliki perasaan yang sama kepada Rini. Rian tidak ingin membuat masalah dengan hal sepeleh, makanya hanya bisa memendam dalam hati.
Jika ingin curhat, Rian hanya bisa curhat pada sehelai kertas atau notebook yang dimilikinya, karena Rian sangat suka menulis, segala sesuatu yang terjadi pada dirinya pasti ditulis dan terkatang di posting kedalam blog yang dimilikinya. Rian hanya bisa menjalani hidupnya seperti ini dan terus seperti ini, hingga waktu terakhirnya tiba.
Jika malam hari tiba, dada Rian sering terasa sakit, sangat sakit, bahkan tak jarang air matanya menetes, meski dia seorang laki-laki, namun hal ini hanya Rian seorang diri yang tahu, ini hanya bisa menjadi rahasia Rian. Pada suatu pagi sesaat sebelum berangkat sekolah, Rian mendengar kedua orangtuanya bertengkar lagi di kamar. “kenapa sih mereka selalu bertengkar?” Tanya Rian dalam hati, dan tanpa sengaja sentai kalimat dari mulut mamanya terdengar oleh Rian “kenapa sih kamu hanya sibuk dengan pekerjaanmu? Apa kamu sadar, hidup anak kita sudah tidak lama lagi” mendengar kata-kata itu Rian kaget, dan bertanya-tanya dalam hati, “apakah sakit yang aku rasakan ini akan segera berakhir untuk selamanya” Rian akhirnya menyadari bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi.
Akan hal itu, Rian tidak tau apa yang harus dia lakukan, dia hanya terus memikirkan kata-kata yang dia dengar dari mamanya. “Aku harus melakukan sesuatu, sebelum aku pergi untuk selamanya” kata-kata yang terucap dalam jiwa Rian.
Sesampai di sekolah Rian langsung menulis dua buah surat Cinta, dia menulisnya dengan penuh rasa sayang, sehelai kertas itu dia coret dengan penah hitam yang mewakili perasaannya dan ternyata surat itu dibuat untuk Rini, akan tetapi barisan terakhir tidak tertulis nama Rian tapi tertulis nama Didin, dan selembar kertas yang satu lagi ditulis isi yang sama, tapi diperuntukan untuk Didin dari Rini. Kemudian kedua surat itu disimpan di masing-masing meja Rini dan Didin. Entah apa yang dipikirkan Rian saat itu, tapi itulah yang dilakukannya.
Sepulang sekolah Rian membongkar semua album foto masa lalu mama dan papanya, album foto yang menyimpan sejuta kenangan tentang kedua orangtua Rian. Album foto itu kemudian di taruhnya di kamar mama dan papa Rian, tepat dibawa bantal kedua orangtuanya, beserta selembar kertas entah apa isinya.
Setelah melakukan hal itu, Rian Menelpon Pamannya, seorang yang sangat baik kepada Rian, bisa dibilang mereka sangat akrab. “eh,, Rian… tmben kamu telepon? Ada masalah” tanya pamannya didalam telepon. “hehe, tidak ada masalah kok Paman, iseng saja, oh iya paman ada seorang gadis cantik yang ingin berkenalan dengan paman”. Kata Rian sambil tersenyum. “ah… kamu bisa saja, masa sih..?” Tanya paman Rian balik. “beneran, sebentar sore ketemu di taman ya?” jawab Rian. “hmm…. iya, iya, iya nanti paman datang”.
Setelah menelpon pamannya, Rian menemui Santy si penjaga UKS, yang kebetulan belum pulang kerumah, seperti biasa, Santy pulangnya sore, karena harus beres-beres UKS dulu.. “Rian..? kenapa kamu balik kesekolah? Ada yang ketinggalan ya?” tanya santy kepada Rian saat melihat Rian berdiri depan pintu UKS. “tidak ada kok kak, oh iya paman Rian ingin bertemu kakak, sebentar sore di taman, bagaimana kak, bisa kan?” tanya Rian sambil memasang raut wajah yang memohon. “ha…?? untuk apa?” Tanya Santy balik. “ayolah kak datang saja”. “ya, nanti kakak datang” jawab santy. Mendengar hal itu Rian tersenyum dan merasa sangat senang..
Entah apa maksud Rian sebenarnya melakukan semua ini, meski dadanya terasa sangat sakit dia selalu mencoba untuk tidak menunjukannya, dia tetap selalu tersenyum manis dan meyebar kebahagiaan.
Selang waktu berlalu, paman Rian dan santy bertemu di taman, mereka saling berkenalan dan sadar bahwa Rian lah yang membuat mereka bertemu, akan tetapi mereka tidak peduli, mereka sepertinya cocok dan serasi, setelah bertemu di taman mereka akhirnya akrab dan sering hangout bareng.
Dilain sisi Rini dan Didin menemukan surat cinta yang terdapat meja mereka, mereka tak sadar bahwa yang menulis surat itu adalah Rian. Mereka berdua bertemu dan seiring berjalannya waktu mereka jadian, mereka menjalani hubungan karena surat cinta yang di gores penuh perasaan dan penuh rasa cinta.
Mendengar hal itu Rian merasa sangat senang, dia berharap hal yang dilakukan untuk mama dan papanya berakhir sama. Dan harapan Rian tak sia-sia setelah menemukan album foto itu orangtua Rian akhirnya sadar bahwa mereka tak seharusnya selalu bertengkar, mereka kini mengenang masa lalu mereka yang penuh cinta. “kita harusnya berterima kasih kepada anak kita, karena berkat dia kita akhirnya sadar bahwa yang kita lakukan adalah salah” ucap papa Rian kepada mama Rian
Namun keadaan berkata lain, setelah membuka pintu kamar Rian, terlihar sosok Rian yang terbaring manis di tempat tidur, dengan wajah yang dihiasi senyum manis, akan tetapi jantungnya tak berdetak lagi, darahya sudah berhenti mengalir di tubuhnya, dan nafasnya sudah tak dapat berhembus lagi. Orangtua Rian hanya bisa menangis dan merelakan kepergian anaknya..
Setelah di makamkan, orangtua Rian baru membuka surat dari anaknya itu, “mama, papa.. maaf ya, maafkan Rian, jika selama ini Rian punya banyak salah, Rian mohon mama dan papa jangan bertengkar lagi, Rian sayang mama dan papa” hanya itu yang tertulis di surat terakhir Rian yang mewakili harapan Rian untuk kedua orangtuanya.
Saat-saat terakhir Rian di dunia menaruh kenangan manis kepada semua orang terdekatnya. Meski kini Rian telah tiada, namun senyumnya akan selalu ada di hati orang-orang yang menyayanginya, dan blog yang dimilikinya akan selalu menaru alur kehidupan Rian semasa hidupnya.

Selesai….

Senin, 30 Agustus 2010

3 HARI TERINDAH

Hatiku yang gelap, suram tanpa warna sedikitpun kini bagaikan pelangi yang begitu indah, awalnya aku tak percaya apa itu cinta, bingung ingin mencari jawabannya kemana, tetapi kini aku temukan semua jawaban yang aku cari, ku temukan jawaban itu di hatimu dan di hatiku. kini ku percaya cinta tak pernah salah, cinta akan selalu ada di setiap insan di dunia ini... ya.... petualangan mencari cinta ku, berawal dari pertemuan yang tak terduga antara seorang gadis yang sebelumnya tak kuduga dapat kumiliki meski hanya kurang dari 72 jam.

Hari ini mood ku dalam keadaan tidak bagus, libur sekolah dan tidak ada yang menarik untuk di kerjakan, akhirnya aku memutuskun untuk hangout. Aku pun berjalan keluar rumah sendirian dengan raut wajah yang kesal dan membosankan tak ada garis senyum sedikitpun yang mampir di wajahku... tiba-tiba ku tolehkan kepalaku kearah kanan dan kulihat seorang gadis yang tidak asing bagiku, kenapa tidak, dia adalah mantan kekasihku, ya... sebut saja namanya Dina, dia sementara asyik bercakap dengan temannya. Aku memutuskan untuk mengabaikannya, tetapi entah mengapa kepalaku sempat menoleh kembali dan melihat seorang gadis yang ditemani Dina bercakap. Sesosok wanita yang menarik perhatian, wajah sederhana yang dihiasi senyum manis yang lembut.

Sesampai di rumah aku duduk terdiam di teras rumah sambil di iringi dengan alunan musik slow jazz yang menenangkan pikiranku, namun tiba-tiba saja bayangan wanita yang tadi mampir. karena penasaran aku jadi mencari tahu tentang dia. ternyata namanya Rizuki dan aku juga dapat nomor teleponnya dari teman yang kebetulan kenal dengan dia.

Kuberanikan diri untuk mengirimkan dia pesan singkat "helo... " sempat boring karena menunggu balasannya yang cukup lama namun tiba-tiba ponselku bergetar menandakan pesan masuk, setelah kubuka ternyata sms dari Rizuki "Helo, dengan siapa?” perasaan hatiku entah mengapa terasa senang, aneh namun ya sudahlah, aku abaikan saja perasaan aneh ini. aku balas pesan darinya "maaf mengganggu, aku Rio” singkat cerita kamipun sangat akrab meski hanya lewat pesan singkat di ponsel kami masing masing.

Seiring detik waktu berjalan terus hatikupun juga semakin merasakan keanehan, aku tak percaya ini cinta, aku tak percaya dengan apa yang aku rasakan. tetapi berkenalan dengan Rizuki membuatku yakin dengan apa yang aku rasakan. Sebuah misteri yang sangat sulit aku pecahkan dan begitu membingungkan bagai labirin yang tak memiliki jalan keluar tetapi anehnya rasa ini membuat garis senyuman di wajahku dan membuat hatiku menari bagai peri yang beterbangan dengan begitu indahnya.

Tibalah dimana aku mengucapkan apa yang semestinya aku ucapkan, tangan yang dipenuhi keringat dingin mulai menekan satu persatu tombol ponsel milikku dan merangkai suatu kata hati yang akan aku sampaikan.. dengan penuh ketakutan jariku menekan tombol ”send” di pesan itu aku menulis semua apa yang aku rasakan ke dia. tak lama kemudian balasannya datang, awalnya dia mengira aku bercanda tapi aku mencoba untuk meyakinkan dia hingga akhirnya dia percaya, tapi dia tidak bisa langsung jawab, dia butuh waktu... "ya bisa menunggu"
Setelah 2 hari berlalu, aku menanyakan lagi jawaban dari pertanyaan hatiku, meski hanya lewat telepon. hmmm.... dengan penuh perasaan gunda aku menanti jawaban yang dia berikan, selang beberapa menit dia terdiam tak bersuara dan tiba-tiba "gimana yah, iya deh di coba dulu" jawabnya. "artinya kita jadian kan?" balasku. "iyha". "yeeeeeeey" teriak ku karena senang. entah mengapa perasaan ini seakan meledak, bagaikan Bom yang terisi sejuta rasa.

Kini hariku terisi dengan hati yang selalu bernyanyi riang dan di temani belahan jiwa yang baru saja menggoreskan pena ceritanya di hidupku, dan saat ini mulai hari ini aku memerankan peranku dalam kehidupan ini dengan seorang yang bernama Rizuki.

Ke esokan harinya kami berdua janjian di warnet dekat rumah dia, kebetulan ada tugas yang harus di selesaikan, hatiku senang tentnya, dan sudah tidak sabar ingin bertemu dia. Sesampainya di warnet kami duduk berdua di meja No.3 bagian belakang, meski gak seromantis di film-film asia yang dramatis tapi hati ku senang kok karena bisa bersama dia.
Detik waktu yang berjalan tak pernah ku sia-siakan, meski baru jadian tapi aku merasakan getaran dalam dada, pesona hati yang dia miliki memancarkan aura yang sungguh sulit aku lupakan. aku beneran jatuh hati kepadanya.

2 hari telah berlalu dan kini tiba hari ke 3 semenjak aku jadian, kebetulan aku bertemu dia di salah satu rumah mantan kekasih aku tadi Dina. dia sedang duduk menunggu Dina pulang. ya aku menemaninya. Tak lama kami menunggu Dina pun datang, kami di ajak masuk rumahnya, setelah kami berada di dalam dengan anehnya raut wajah Rizuki berubah, raut wajah yang bete, dan seakan mengeluarkan aura aneh yang entah apa itu. Dengan keberanian aku bertanya "Rizuki kenapa? ada masalah? kenapa cemberut?" dia sama sekali tidak menanggapi pertanyaanku suasana berubah dari pemandangan yang cerah dan sejuk menjadi kegelapan dan abu-abu.

Beberapa saat dia seperti itu, terlontar kata dari Rizuki ” kamu pulang saja ya” entah apa maksdnya. tiba-tiba dia menyuruh aku pulang, ku coba membujuknya tetapi dia tetap saja mengusirku pulang, ya mau bagaimana lagi, aku habiskan minuman yang di suguhkan Dina kemudian berjalan kelua.

Sesampai aku di rumah, ponsel aku berdering saat kubuka ternyata sms dari Rizuki "hubungan kita sampai disini saja ya" hanya itu yang tertulis, aku cukup bingung bercampur keanehan, entah alasan apa dia langsung berkata seperti itu. Dia tak memberiku alasan sedikitpun. hingga saat ini aku masih mencari tahu kenapa dia bersikap seperti itu apa alasan dia hingga tega memutuskan hubungan yang kita miliki.

Sesaat sebelum kejadian itu terjadi aku mengatakan kata forever kepada dia, aku cinta dia selamanya. tetapi dia tidak percaya. Dan hubungan kitapun berakhir disitu. Hingga saat ini aku masih sayang sama dia, meski kini hatinya dan hatiku tak lagi dalam satu cerita namun rasa sayangku ke dia akan tetap ada selamanya. Seandainya dia tau aku sama sekali tak menginginkan dia pergi, tak ingin jauh dari dia, karena ku sangat sayang dia... aku ingin dia tau kalau aku akan selalu cinta dan tak ingin melupakan kenangan singkat yang kita buat bersama... kurang dari 72 jam...

END

mungkin aku bodoh membiarkanmu pergi, meski memang aku tak bisa mempertahankan cintamu di hatiku, kau lepas begitu saja bagai burung yang terbang ke atas langit, kita baru akan sadar apa arti kehilangan setelah dia tiada... dan apa arti rasa sakit itu.

Sabtu, 26 Juni 2010

PESAN HATI

Oleh : Ridwan Syawal

Perjalanan cintaku terhenti
saat kau tak lagi menulis skenario ceritanya
ku terhenti begitu saja
mengikuti garis cerita yang kau buat
darahku yang telah mengalir di tubuhmu
membuatku tak bisa melupakanmu
debaran jantungmupun juga terasa di tubuhku
seolah hanya ada satu jiwa yang terbelah menjdai dua
aku ingin kau mendengar suara hatiku
yang tiap saat memanggil dirimu
di tempat terindahmu saat ini

Selasa, 01 Juni 2010

LITTLE LOVE

Kedua bola mataku yang masih tertutup rapat, seolah hanya kegelapan yang tersirat di dalamnya. Tiba-tiba, terdengar suara keras yang berbunyi tepat di indra pendengaranku, aku mengangkat tubuhku dari tempat yang begitu empuk dan nyaman. Hari ini adalah hari dimana aku harus memulai hari yang baru, ini adalah pertama kali aku masuk disekolah yang baru, aku pindah sekolah karena orang tuaku yang menginginkannya, hal itu dikarenakan aku sangat malas belajar, aku hanya bisa menurut saja apa mereka mau.

Padahal disekolah ku yang dulu aku memiiki prestasi yang luar biasa di bidang menulis dan hampir semua organisasi sekolah aku ikuti dan semua perlombaan aku menangkan, sebagian orang berpendapat ini adalah penyebab mengapa aku kurang di bidang keilmuan. Aku sangat aktif dalam hal tulis menulis.

hari itu aku berjalan dengan penuh rasa gunda, jantungku bergejolak bagaikan seseorang yang sedang memainkan drum dalam hatiku, tetapi aku harus bisa membiasakan diri dengan suasana baru, saat kutatap sekolah ku yang baru, rasanya aneh seakan aku masuk kedalam dunia lain yang sebelumnya tidak pernah dihuni oleh siapapun. aku mencoba meyakinkan diri, "Pasti Bisa". Aku melangkah dengan penuh keberanian, saat aku memasuki gerbang sekolah, aku melihat wajah-wajah baru, semuanya tampak asing bagiku, entah aku bisa cepat mendapatkan teman atau tidak.

Suara Bel sekolah berbunyi dan aku masih bingung kelas yang aku tempati dimana, watu aku diberi tahu oleh kepela sekolahnya, katanya aku di tempatkan di kelas XI ipa 2 mirip dengan kelas ku sebelumnya. ku lihat seorang gadis yang sedang membawa buku dengan raut wajah yang indah, kulit hitam manis, hidung mancung dan terlihat layaknya seorang yang berwawasan lewat di depan ku, aku menyapanya "maaf kelas XI ipa 2 disebelah mana ya?" dia langsung menunjukan kelasnya, ya, aku jadi terlihat bodoh olehnya, ternyata tepat di depan mataku. tanpa sempat berterima kasih dia langsung berlari masuk ke kelas itu, "ternyata dia di kelas yang sama". aku mengetuk pintu kelas dan meminta izin masuk kepada guru yang mengajar, untung gurunya baik, tidak sama seperti di pikiranku, guru yang memiliki tanduk dan memegang tongkat berduri, serta ekornya yang panjang menari kesana kemari, hehe... dia menyuruh aku memperkenalkan diri di depan, sebelum aku duduk. “Perkenalkan nama aku Irwansyah Wardani biasa di panggil Dani, aku tinggal di jalan april No. 29” tampaknya banyak yang kurang senang dengan aku, tepatnya cowok-cowok yang ada disin, raut wajah mereka bagaikan ingin melahap aku hidup-hidup.

Guru yang baik itu menyuruh aku duduk di kursi kosong paling ujung belakang, “untung kursinya masih ada yang kosong”. Tanpa kusadari ternyata aku duduk di dekat gadis yang tadi, orang yang memberitau aku kelas yang aku tempati.

Aku langsung mengulurkan tangan dan berkata “hey, Aku Dani, salam kenal, kamu siapa?” dia tidak menjawab dan bahkan tidak menanggapi uluran tangan yang kuberikan, “Jutek” satu kata untuk gadis ini. Tak terasa bel waktu istirahat berbunyi, semua orang keluar dari kelas. Tinggal aku dan gadis yang di samping ku, aku coba dekati dia, dan mengajaknya ngobrol.. namun dia tetap saja tidak merespon apa-apa, cukup kesal dibuatnya.

“Dring……” suara bel sekolah berbunyi lagi, bertanda pelajaran telah berakhir dan waktunya pulang. Aku berjalan menuju tempat parkir untuk mengambil motorku dan pulang kerumah, ditengah perjalanan tanpa sengaja aku melihat gadis itu lagi, dia beranjak masuk kesebuah rumah sederhana yang tidak begitu jauh dari sekolah, di depan rumah gadis itu terdapat tokoh buku, mungkin itu tokoh buku miliknya. “ini kesempatan bagus untuk bias mengenalnya”. Kemudian setiap pulang sekolah aku mampir untuk membeli buku, dia tidak pernah mengeluarkan satu katapun kepadaku, dia hanya membungkus bukunya dengan rapi dan memberikannya kepadaku, begitulah yang terjadi setiap hari. Sikap dia di sekolah dan di rumah sama saja, jutek.

Setelah sebulan berlalu, aku tetap melakukan kebiasaanku untuk membeli buku. Di rumah, buku-buku yang aku beli hanya aku simpan di dalam lemari buku milikku, tanpa aku buka bungkusan yang melapisinya. Tak satupun buku yang aku beli, ku baca, seluruh uang jajanku ke sekolah hanya aku pakai untuk membeli buku. ya…. setelah beberapa lama aku terus menerus seperti itu, aku memberanikan diri untuk menyimpan nomor handphon aku di sehelai kertas yang aku sisipkan di uang pembayaran buku yang aku beli.

Setelah beberapa hari, Sesaat aku aku selesai membeli buku lagi di tokoh buku miliknya, aku langsung pulang tanpa mampir di tempat lain, speedo meter pada kendaraanku menunjukan angkah 110 km/h, di pikiranku hanya ada gadis itu, sepertinya aku jatuh cinta kepadanya. Karena kurang berkonsentrasi aku tidak melihat mobil BUS yang berada di depanku yang melewati jalur pembatas sehingga mobil tersebut tepat berada di depanku. Kejadiannya begitu cepat… sepeda motorku tabrakan dengan mobil bus tersebut. aku masuk rumah sakit, dan tak seorangpun pihak sekolah mengetahui kondisi kritis yang kualami..

Beberapa hari aku dirawat di rumah sakit, pihak sekolah tidak dapat kabar mengenai kondisiku jadi teman-teman sekelasku juga tidak ada yang tahu, handphon milikku berbunyi dan yang mengangkatnya adalah mama, terdengar jelas dari suaranya kalau yang menelepon itu adalah seorang perempuan, kata mama dia menanyakan keadaan ku… dan mengapa aku tidak pernah masuk sekolah.. mama hanya member tahu keadaan aku sebenarnya dan memberi tau alamat rumah sakit yang aku tempati.

Ke esokan harinya, setelah waktu pulang sekolah… mama tidak datang menjenguk karena dia dan ayah harus keluar kota, rasanya sangat sepi sendiri di dalam kamar rumah sakit yang luasnya hanya beberapa meter saja, juga tidak ada hiburan apapun. bagaikan makan sayur tanpa garam… ya, hampa dan membosankan. “tok, tok, tok” kedengeran dari luar, aku heran dan merasa merinding, rasanya di balik pintu itu terdapat monster berambut merah yang memiliki gigi taring panjang, khayalanku lagi. Aku hanya berkata “masuk, pintunya tidak dikunci” Aku kaget dan tidak menyangka ternyata yang membuka pintu adalah gadis sekelasku yang sangat misterius itu. “kamu? bagaimana kamu bisa tahu aku disini?” dia menjawab “aku yang menelepon kamu kemarin” ini adalah pertama kali aku mendengar suaranya, suaranya sangat lembut dan halus, bagai alunan musik yang dimainkan bidadari dari langit “makasih kamu sudah mau datang” dia hanya tersenyum menatap ku.

Tidak ada bahan pembicaraan, kami berdua hanya terdiam… dan tiba-tiba dia bertanya “bagaimana dengan tawaranku?” aku bingung tawaran apa yang dia maksud, bukannya ini adalah pertama kali aku dan dia ngobrol, aku balas nanya “tawaran apa?” tanpa banyak ngomong dia langsung memberiku se helai kertas yang bertuliskan “maaf aku orangnya pemalu, tidak bisa ngomong langsung sama kamu, kenalin nama aku Ita, aku hanya ingin bilang kalau aku suka sama kamu, sejak pertama kita bertemu” aku heran sekaligus bingung aku merasa berada di surga tingkat tinggi yang di sekelilingku terdapat bunga yang bermekaran, kupu-kupu yang beterbangan, alunan musik slow yang merdu, ya kembali berhalusinasi. aku bertanya “kenapa kamu tidak memberi aku surat ini dari dulu?” dia menjawab “sudah kok, aku menyipannya di setiap bungkusan buku yang kamu beli, apa kamu tidak pernah membacanya?” he….., aku hanya tertawa sambil menatapnya dan berkata “maaf, aku tidak pernah buka, semua buku yang aku beli, aku hanya menyimpannya di dalam lemariku” karena satu-satunya alasan kenapa aku membeli buku itu hanyalah ingin melihatmu. Kami berdua tersenyum dan lanjut aku berkata “aku juga suka kok sama kamu, ya mungkin sejak pertama kita bertemu juga”
Sejak saat itu kita berdua menjalani hubungan, dan setiap hari saat ke sekolah aku menjemput dia dan berangkat bersama… andainya dari dulu aku membuka semua bungkusan buku yang aku beli, Semuanya tidak akanseperti ini, tetapi meski seperti itu aku merasa senang karena bisa bersama dia pada akhirnya.

Jumat, 05 Maret 2010

TENTANG PLANET BUMI

Bumi adalah planet keempat dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 50 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 849.6 milyar kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 7111 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. betapa agung ciptaan sang maha kuasa ini dan yang paling berkesan adalah.... ditempat inilah dan di bumi inilah aku mengenal kamu.....

Senin, 01 Maret 2010

PUISI

MENGERTILAH

Telah habis air mata
Kuteteskan hanya untukmu
Mungkin suatu saat kamu akan mengerti
Bahwa cintaku lebih dari yang kamu tau

Masih adakah ruang kosong dihatimu
Yang dapat aku singgahi
Kamu bagai bintang
Yang berkelap diatas langit

Menerangi langkahku
Di dalam kegelapan.

MENGENANGMU

Alunan musik yang kunyanyikan
Syair lagu yang ku dendangkan
Seiring detak jantung yang berdenyut
Terhempas angin dan dedaunan yang beterbangan

Kurenungkan apa yang kurasakan
Ku bayangkan saat besamamu
Itu hal terindah yang kurasakan pada saat ini
Mengenangmu,,,

KESEDIHAN

Aneh dihati
Pusing di otak
Bagai benang kusut
yang sulit diluruskan kembali

pelampiasa yang jadi korban
tangisan hati, renungan jiwa
kesendirian raga
terhempas angin malang......

LOVE

Terkadang untaian kata tak dapat terucap
Hanya dapat dituliskan diselembar kertas
Terkadang organ tubuh tidak dapat dikendalikan
Hanya dapat mengikuti alurnya permainan waktu

Hingga akhirnya kita terperangkap
Dan sulit untuk meloloskan diri
Kita hanya dapat mengikuti peraturan yang diberikan
Jika melanggar maka akan gagal

Itulah CINTA sulit untuk dikendalikan
Kita hanya dapat merasakan
Tetapi tidak dapat mengemudikannya
Seperti halnya kendaran yang melaju

FRIEND

Tak ada yang lebih berharga darinya
Tak ada yang lebih sempurna darinya
Pemecah masalah, peringan masalah
Bagai ombak dilautan lepas

Bagaikan perisai yang sangat kuat
Yang siap untuk menahan kesedihan
Bagaikan bintang yang sangat terang
Yang siap menyinari kegelapan

Sahabat bagai pangeran berkuda putih
Yang siap menolong putri yang kesulitan
Dan memiliki kesetiaan yang melebihi dari apapun

By :Ridwan

Menu

INTRODUCCIÓN



Pengikut

FACEBOOK

http://www.facebook.com/mitchicimi