Hatiku yang gelap, suram tanpa warna sedikitpun kini bagaikan pelangi yang begitu indah, awalnya aku tak percaya apa itu cinta, bingung ingin mencari jawabannya kemana, tetapi kini aku temukan semua jawaban yang aku cari, ku temukan jawaban itu di hatimu dan di hatiku. kini ku percaya cinta tak pernah salah, cinta akan selalu ada di setiap insan di dunia ini... ya.... petualangan mencari cinta ku, berawal dari pertemuan yang tak terduga antara seorang gadis yang sebelumnya tak kuduga dapat kumiliki meski hanya kurang dari 72 jam.
Hari ini mood ku dalam keadaan tidak bagus, libur sekolah dan tidak ada yang menarik untuk di kerjakan, akhirnya aku memutuskun untuk hangout. Aku pun berjalan keluar rumah sendirian dengan raut wajah yang kesal dan membosankan tak ada garis senyum sedikitpun yang mampir di wajahku... tiba-tiba ku tolehkan kepalaku kearah kanan dan kulihat seorang gadis yang tidak asing bagiku, kenapa tidak, dia adalah mantan kekasihku, ya... sebut saja namanya Dina, dia sementara asyik bercakap dengan temannya. Aku memutuskan untuk mengabaikannya, tetapi entah mengapa kepalaku sempat menoleh kembali dan melihat seorang gadis yang ditemani Dina bercakap. Sesosok wanita yang menarik perhatian, wajah sederhana yang dihiasi senyum manis yang lembut.
Sesampai di rumah aku duduk terdiam di teras rumah sambil di iringi dengan alunan musik slow jazz yang menenangkan pikiranku, namun tiba-tiba saja bayangan wanita yang tadi mampir. karena penasaran aku jadi mencari tahu tentang dia. ternyata namanya Rizuki dan aku juga dapat nomor teleponnya dari teman yang kebetulan kenal dengan dia.
Kuberanikan diri untuk mengirimkan dia pesan singkat "helo... " sempat boring karena menunggu balasannya yang cukup lama namun tiba-tiba ponselku bergetar menandakan pesan masuk, setelah kubuka ternyata sms dari Rizuki "Helo, dengan siapa?” perasaan hatiku entah mengapa terasa senang, aneh namun ya sudahlah, aku abaikan saja perasaan aneh ini. aku balas pesan darinya "maaf mengganggu, aku Rio” singkat cerita kamipun sangat akrab meski hanya lewat pesan singkat di ponsel kami masing masing.
Seiring detik waktu berjalan terus hatikupun juga semakin merasakan keanehan, aku tak percaya ini cinta, aku tak percaya dengan apa yang aku rasakan. tetapi berkenalan dengan Rizuki membuatku yakin dengan apa yang aku rasakan. Sebuah misteri yang sangat sulit aku pecahkan dan begitu membingungkan bagai labirin yang tak memiliki jalan keluar tetapi anehnya rasa ini membuat garis senyuman di wajahku dan membuat hatiku menari bagai peri yang beterbangan dengan begitu indahnya.
Tibalah dimana aku mengucapkan apa yang semestinya aku ucapkan, tangan yang dipenuhi keringat dingin mulai menekan satu persatu tombol ponsel milikku dan merangkai suatu kata hati yang akan aku sampaikan.. dengan penuh ketakutan jariku menekan tombol ”send” di pesan itu aku menulis semua apa yang aku rasakan ke dia. tak lama kemudian balasannya datang, awalnya dia mengira aku bercanda tapi aku mencoba untuk meyakinkan dia hingga akhirnya dia percaya, tapi dia tidak bisa langsung jawab, dia butuh waktu... "ya bisa menunggu"
Setelah 2 hari berlalu, aku menanyakan lagi jawaban dari pertanyaan hatiku, meski hanya lewat telepon. hmmm.... dengan penuh perasaan gunda aku menanti jawaban yang dia berikan, selang beberapa menit dia terdiam tak bersuara dan tiba-tiba "gimana yah, iya deh di coba dulu" jawabnya. "artinya kita jadian kan?" balasku. "iyha". "yeeeeeeey" teriak ku karena senang. entah mengapa perasaan ini seakan meledak, bagaikan Bom yang terisi sejuta rasa.
Kini hariku terisi dengan hati yang selalu bernyanyi riang dan di temani belahan jiwa yang baru saja menggoreskan pena ceritanya di hidupku, dan saat ini mulai hari ini aku memerankan peranku dalam kehidupan ini dengan seorang yang bernama Rizuki.
Ke esokan harinya kami berdua janjian di warnet dekat rumah dia, kebetulan ada tugas yang harus di selesaikan, hatiku senang tentnya, dan sudah tidak sabar ingin bertemu dia. Sesampainya di warnet kami duduk berdua di meja No.3 bagian belakang, meski gak seromantis di film-film asia yang dramatis tapi hati ku senang kok karena bisa bersama dia.
Detik waktu yang berjalan tak pernah ku sia-siakan, meski baru jadian tapi aku merasakan getaran dalam dada, pesona hati yang dia miliki memancarkan aura yang sungguh sulit aku lupakan. aku beneran jatuh hati kepadanya.
2 hari telah berlalu dan kini tiba hari ke 3 semenjak aku jadian, kebetulan aku bertemu dia di salah satu rumah mantan kekasih aku tadi Dina. dia sedang duduk menunggu Dina pulang. ya aku menemaninya. Tak lama kami menunggu Dina pun datang, kami di ajak masuk rumahnya, setelah kami berada di dalam dengan anehnya raut wajah Rizuki berubah, raut wajah yang bete, dan seakan mengeluarkan aura aneh yang entah apa itu. Dengan keberanian aku bertanya "Rizuki kenapa? ada masalah? kenapa cemberut?" dia sama sekali tidak menanggapi pertanyaanku suasana berubah dari pemandangan yang cerah dan sejuk menjadi kegelapan dan abu-abu.
Beberapa saat dia seperti itu, terlontar kata dari Rizuki ” kamu pulang saja ya” entah apa maksdnya. tiba-tiba dia menyuruh aku pulang, ku coba membujuknya tetapi dia tetap saja mengusirku pulang, ya mau bagaimana lagi, aku habiskan minuman yang di suguhkan Dina kemudian berjalan kelua.
Sesampai aku di rumah, ponsel aku berdering saat kubuka ternyata sms dari Rizuki "hubungan kita sampai disini saja ya" hanya itu yang tertulis, aku cukup bingung bercampur keanehan, entah alasan apa dia langsung berkata seperti itu. Dia tak memberiku alasan sedikitpun. hingga saat ini aku masih mencari tahu kenapa dia bersikap seperti itu apa alasan dia hingga tega memutuskan hubungan yang kita miliki.
Sesaat sebelum kejadian itu terjadi aku mengatakan kata forever kepada dia, aku cinta dia selamanya. tetapi dia tidak percaya. Dan hubungan kitapun berakhir disitu. Hingga saat ini aku masih sayang sama dia, meski kini hatinya dan hatiku tak lagi dalam satu cerita namun rasa sayangku ke dia akan tetap ada selamanya. Seandainya dia tau aku sama sekali tak menginginkan dia pergi, tak ingin jauh dari dia, karena ku sangat sayang dia... aku ingin dia tau kalau aku akan selalu cinta dan tak ingin melupakan kenangan singkat yang kita buat bersama... kurang dari 72 jam...
END
mungkin aku bodoh membiarkanmu pergi, meski memang aku tak bisa mempertahankan cintamu di hatiku, kau lepas begitu saja bagai burung yang terbang ke atas langit, kita baru akan sadar apa arti kehilangan setelah dia tiada... dan apa arti rasa sakit itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar